Tangga Nada

10.17 |



Tangga Nada adalah deretan atau susunan nada yang teratur tinggi rendahnya dan mempunyai pola jarak tertentu
Aturan-aturan dalam menyusun tangga nada adalah sebagai berikut :
1. Nada yang pertama sama dengan nada yang terakhir, tetapi beda oktaf
2. Mulailah dengan Huruf Besar (oktaf Besar) dan diakhiri Huruf Kecil (oktaf Kecil)
3. Perubahan Huruf (oktaf) apabila melewati nada c
4. Tidak boleh terjadi ada 2 tanda kromatis yang berbeda, (mengenai tanda kromatis bukamateri 12)
Dilihat dari Jaraknya Tangga Nada dibedakan menjadi 3, yaitu :
1. Tangga Nada Kromatis
Tangga nada kromatis adalah tangga nada yang mempunyai pola jarak 1/2 saja
contoh :
(1) C Kromatis = C - Cis - D - Dis - E - F - Fis - G - Gis - A - Ais - B -c
(2) Es Kromatis = Es - E - F - Ges - G - As - A - Bes - B - c - des - d - es
2. Tangga Nada Debusian
Tangga nada debusian adalah tangga nada yang mempunyai pola jarak 1 saja
contoh :
(1) C Debusian = C - D - E - Fis - Gis - Ais - c
(2) Bes Debusian = Bes - c - d - e - ges - as - bes
3. Tangga Nada Diatonis
Tangga nada Diatonis adalah tangga nada yang mempunyai pola jarak 1 dan 1/2
Tangga nada semacam ini ada 2 macam, yaitu :
a. Tangga nada Mayor
Tangga nada Mayor adalah tangga nada yang mempunyai pola jarak : 1 - 1 - 1/2 - 1 - 1 - 1 - 1/2
Tangga nada Mayor disebut juga sebagai tangga nada Mutlak, artinya sebuah tangga nada yang susunan nadanya terdiri dari semua jenis nada (dalam hal ini diaplikasikan sebagai nama nada/huruf) harus tertulis tidak ada yang kurang tidak ada yang dobel, Oleh sebab itu sebelum menyesuaikan aturan jarak harus disusun dulu abjad/huruf
contoh :
(1) G Mayor = G - A - B - c - d - e - fis - g
(2) F Mayor = F - G - A - Bes - c - d - e - f
b. Tangga nada Minor
Tangga nada Mayor adalah tangga nada yang mempunyai pola jarak : 1 - 1/2 - 1 - 1 - 1/2 - 1 - 1
contoh :
(1) E minor = E - Fis - G - A - B - c - d - e
(2) D minor = D - E - F - G - A - Bes - c - d
Kalau kita lihat susunan nada di atas bisa disimpulkan bahwa :
- Susunan nada dalam tangga nada minor diambil dari susunan tangga nada Mayor, tetapi dimulai dari nada yang ke 6. Hal semacam ini dinamakan tangga nada PARAREL.
- tangga nada Pararel adalah tangga nada yang mempunyai anggota nada yang sama, seperti contoh di atas G Mayor = E minor dan D minor = F Mayor
Karena perkembangan jaman, musikpun ikut berkembang sehingga dalam penggunaan tangga nada minor berkembang menjadi 4 macam, yaitu :
  • Tangga nada minor Asli, adalah tangga nada minor seperti di atas yaitu tangga nada minor yang mengacu pada jarak 1 - 1/2 - 1 - 1 - 1/2 - 1 - 1. tangga nada minor Asli disebut juga tangga nada minor diatonis. misalnya >> A Minor = A - B - c - d - e - f - g - a
  • Tangga nada minor Harmonis, adalah tangga nada minor asli yang nada ke 7 dinaikkan. misalnya A Minor Harmonis = A - B - c - d - e - f - gis- a
  • Tangga nada minor Melodis, adalah tangga nada minor asli yang nada ke 6 dan 7 dinaikkan.
misalnya A Minor Melodis = A - B - c - d - e - fis - gis- a
  • Tangga nada minor Zigana, adalah tangga nada minor asli yang nada ke 4, 6 dan 7 dinaikkan.
misalnya A Minor Harmonis = A - B - c - dis - e - fis - gis- a

Scale (tangga Nada) Minor

Scale atau Tangga Nada ; kita akan membahas Tangga Nada Minor di sini. Pada dasarnya cuman ada 3 Tangga Minor yg paling dikenal yaitu ; Minor Harmonic, Minor Melodyc dan Minor Natural. Natural Minor ini bunyinya sama dengan Scale ke 6 yaitu Aeolian(dibahas nanti). Minor Harmonic mempunyai urutan sebagai berikut ; C , D , Eb , F , G , Ab , B , C’ Minor Melodyc memiliki 2 karena Naik (Ascending) dan tuirunnya (Descending) berbeda, urutannya sebagai berikut ; C , D , Eb , F , G , A , B , C’ (Asc) kemudian C’ , Bb , Ab , G , F , Eb , D , C (Desc). Maka kita memakai contoh dengan Minor Natural saja di bawah ini.
Jikalau di mulai dari Tangga Nada C Minor ; C , D , Eb , F , G , Ab , Bb , C’, kita coba menggunakan Circle of Fourth lagi di sini
2. Selanjutnya ; F , G , Ab , Bb , C , Db , Eb , F’
3. Selanjutnya ; Bb , C , Db , Eb , Fb , Gb , Ab , Bb’
4. Selanjutnya ; Eb , F , Gb , Ab , Bb , Cb , Db , Eb’
5, Selanjutnya ; Ab , Bb , Cb , Db , Eb , Fb , Gb , Ab ‘
6. Selanjutnya ; Db , Eb , Fb , Gb , Ab , Bbb , Cb , Db’
Sekarang coba kita lanjutkan dengan dimulai dari nada ke 5, karena terlalu banyak tanda double flat nantinya, jika kita meneruskan putaran ini hingga 12 Tangga Nada.
7. Selanjutnya ; G , A , Bb , C , D , Eb , F , G’
8. Selanjutnya ; D , E , F , G , A , Bb , C , D’
9. Selanjutnya ; A , B , C , D , E , F , G , A’
10.Selanjutnya ; E , F# , G , A , B , C# , D , E’
11.Selanjutnya ; B , C# , D , E , F# , G , A , B’
12.Selanjutnya ; F#, G#, A , B , C# , D , E , F#’
Modes , sebenarnya juga sama dengan scale tetapi Tangga Nada Ini diciptakan dari susunan Tangga Nada Mayornya.
Jika memainkan jarak 1 , 1 , 1/2 , 1 , 1 , 1 , 1/2 , kita meyebutnya sebagai Ionian.
Jika memainkan jarak 1 , 1/2, 1 , 1 , 1 , 1/2 , 1 , kita meyebutnya sebagai Dorian.
Jika memainkan jarak 1/2 , 1 , 1 , 1 , 1/2 , 1 , 1 , kita menyebutnya sebagai Phrigian.
Jika memainkan jarak 1 , 1 , 1 , 1/2 , 1 , 1 , 1/2 , kita menyebutnya sebagai Lydian.
Jika memainkan jarak 1, 1 , 1/2 , 1 , 1 , 1/2 , 1 , kita menyebutnya sebagai Mixolydian.
Jika memainkan jarak 1 , 1/2 , 1 , 1 , 1/2 , 1 , 1 , kita menyebutnya sebagai Aeolian.
Jika memainkan jarak 1/2 , 1 , 1 , 1/2 , 1 , 1 , 1 , kita menyebutnya sebagai Locrian.


0 komentar:

Poskan Komentar